Waktu Sholat

Recent Comments

Silahkan Tinggalkan Pesan


ShoutMix chat widget

Pengikut

Komunitas Bloger Kota Padang

Palanta - Komunitas Blogger Padang

Lantera MinangKabau

Lantera MinangKabau
LSH HIV/AIDS Sumbar

Komunitas Pemerhati Jalanan

20 Agustus 2009

Alasan Merindukan Ramadhan

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Begitu hebatnya Ramadhan, hal ini tentu sangat wajar jika kita memahami keutamaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan ini. Ada berbagai alasan mengapa manusia begitu merindukan Ramadhan. Berikut berbagai Fadhilah Ramadhan yang membuatnya sangat dirindukan oleh umat manusia : 
1. Gelar Taqwa
Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah  kepada hambanya yang taqwa, antara lain:
a. Jalan keluar dari semua masalah
Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu  banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini. Allah berfirman : "..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath Thalaaq: 2) Dalam ayat lain Allah menegaskan keutamaan orang yang bertaqwa "..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath Thalaaq: 4)
b. Dicukupi kebutuhannya
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ..."(QS. Ath Thalaaq: 3)
c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati
Bagaimana bisa bersedih hati, bila di  dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan. Allah berfirman : "Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang  menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. al-A'raaf: 35)
2. Bulan Pengampunan
Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan.Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan olleh Muttafaq ‘Alaihi dan Abu  Dawud, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."
3. Pahalanya Dilipatgandakan
Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.
4. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup
"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan  setan-setan terbelenggu. "(HR Muslim) Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan  yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.
5. Ibadah Istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, "Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR Bukhari Muslim) Menurut Quraish Shihab, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa. Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi  ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.
Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur'an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam  kesibukan.
Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.
6. Dicintai Allah
Nah, seseorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, "Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR Bukhari)
7. Do'a Dikabulkan
"Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo'a apabila dia berdo'a, maka  hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. " (QS. al-Baqarah: 186) Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo'a tapi sebenarnya tidak berdo'a. Yaitu do'anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat.  Apa syaratnya? "maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. "  Benar, berdo'a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, "Tiga do'a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat do'anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. 'Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do'a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo'a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh  itu bisa mengantarkan do'anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa'nya?
Jadi do'a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do'a.
8. Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. Al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu. Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, "Lailatul qadar  adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh malam terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang."
Mengapa diletakkan pada akhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar. Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur'an menyatakan, "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/ kedamaian sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 4-5) Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh  menggambarkan, "Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, 'Ambil barang itu!' Ada bisikan lain berkata, 'Jangan ambil, itu bukan milikmu!' Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat." Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.
9. Meningkatkan Kesehatan
Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin. Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.
10. Puasa Sebagai Penyeimbang
Dalam Islam, ada dua keseimbangan dasar yang harus dijaga oleh manusia, yakni keseimbangan pola makan yang berkaitan dengan fungsi fisiologis-biologis dan keseimbangan pola hidup yang berkaitan dengan fungsi psikologis. Keseimbangan pola makan adalah apa, bagaimana, kapan, seberapa banyak, dan seberapa teratur kita makan. Rasulullah SAW bersabda: Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali saat lapar dan bila makan tidak sampai kenyang. Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda: Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah kalian, asalkan tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas. Sedangkan pola keseimbangan pola hidup adalah keseimbangan emosi, keseimbangan kerja, dan pola istirahat. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: Celakalah mereka yang mudah mengumpat dan mencaci, yang gemar mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, yang mengira bahwa hartanya akan mengabadikan kesenangannya (QS. Al-Humazah [104]: 1-3). Ayat dan hadits di atas adalah petunjuk dari Allah SWT dan Rasulullah SAW bagi kita untuk menjaga keseimbangan fisik dan psikologis.
Ibadah puasa, selain berguna untuk keseimbangan fisik sebagaimana sabda Rasulullah SAW di atas, lebih dari itu, ia juga berguna untuk menjaga kesimbangan emosi dan psikis. Karena berpuasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, ia tidak sama dengan diet yang terbatas pada fisik saja. Rasulullah SAW bersabda: banyak yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan banyak yang sholat malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya bangun malam. Dalam hadits yang lain, Beliau SAW bersabda: orang yang tidak dapat meninggalkan kata dan laku bohong, menurut (pandangan) Allah sebaiknya ia tidak perlu berpuasa. Hadits di atas mengisyaratkan bahwa puasa adalah pengendalian diri secara total (total-control of self) baik pengendalian fisikal, emosional, psikologikal, dan spiritual yang fungsinya adalah untuk menjaga keseimbangan diri. Maka dari itu, manfaat puasa sangat lengkap, yaitu: menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh, melatih ‘stabilisasi’ emosi, menumbuhkan kesadaran sosial, dan – menfaat tertinggi – adalah meningkatkan kerinduan dan kedekatan kepada Allah, yaitu taqwa.
11. Penuh Harapan
Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah... rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi  harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. "Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari).
12. Nuzulul Qur’an
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di Bulan Ramadahan ini adalah peristiwa Nuzulul Qur’an. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 Allah menegaskan : “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)……….” Maka wajar jika bulan ini disebut Syahrul Qur’an , bulannya Al-Qur’an. Tentunya kita harus mengisi bulam ini dengan banyak mentilawah dan mentadabburkan Al-Qur’an. Bahkan mungkin kita harus membuat target untuk beberapa kali mengkhatamkannya.
13. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus, Ar-Rayyan
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan ganjaran istimewa dari Allah Swt, sebagaimana dijelaskan dalam statemen Rasulullah berikut ini : "Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti,  tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup." (HR. Bukhari).
Minum air telaganya Rasulullah saw : "Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orangyang berbuka puasa.' Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu...Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)
14. Berkumpul dengan Sanak Keluarga
Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam  merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman. Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang  lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali  silaturahmi! " (HR. Bukhari)
15. Qaulan Tsaqiilaa 
Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur'an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya' dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur'an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas  dan mendalam, karena al-Qur'an memang sumber pengetahuan dan ilham.Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai Qaulan Tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.
16. Hartanya Tersucikan
Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat.  Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah  akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Sumber

28 Januari 2009

Caleg Sumbar dan Pemanfaatan Internet untuk Kampanye

BILA politisi di Amerika dan Malaysia telah terbukti sukses dalam menjaring suara lewat komunitas blogger dan pengguna internet lainnya, maka tidak demikian halnya dengan politisi di Sumatra Barat. Dari 1.062 calon DPD, DPR RI dari Sumbar dan DPRD Sumbar yang akan bertarung (tidak termasuk caleg kabupaten/kota yang ribuan banyaknya), hanya segelintir yang memanfaatkan teknologi internet.

Menyambung tulisan dari salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum Sumbar, Husni Kamil Manik yang pernah dimuat di Harian Singgalang 16 Desember 2008 tentang membidik komunitas blogger. Dengan berbagai fasilitas dan dinamika blog, komunitas blogger dinilai Husni bakal menjadi mitra penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2009. Tidak tertutup kemungkinan untuk Pemilu di Sumbar.

Namun, untuk media kampanye para calon legislatif, komunitas blogger dan pengguna internet sepertinya tidak menjadi sasaran kampanye yang dinilai menjanjikan oleh para politisi Sumbar. Karena kalau para caleg itu berpikiran yang sama dengan Barrack Obama ataupun Tony Pua Kiam Wee, politisi Malaysia yang berhasil mendapatkan kursi di parlemen dengan mengandalkan kampanye di media blog, pastinya sudah banyak blog ataupun situs pribadi milik para caleg yang berseliweran di internet. Karena, Pemilu hanya tinggal kurang dari 90 hari lagi.
Saat menjelajah di dunia maya dengan kata kunci caleg Sumbar, para caleg yang memiliki blog ataupun web sendiri hanya bisa dihitung dengan jari. Sebutlah Jeffrie Geovanie (Caleg DPR RI untuk wilayah Sumbar I dari Partai Golkar), Indra Jaya Piliang (Caleg DPR RI untuk wilayah Sumbar II dari Partai Golkar) dan Irwan Prayitno (Caleg DPR RI dari PKS). Sementara, yang berdomisili di Sumbar, ada Marhadi Efendi dengan blogspotnya. Dari ke empat orang itu, kebanyakan lebih pada pencitraan lewat profil, aktifitas-aktifitas yang dilakukan serta pokok-pokok pikiran dalam tulisan. Hanya Marhadi Efendi yang terang-terangan mengampanyekan foto disertai pemberitahuan bahwa dirinya adalah caleg DPD RI no 22 Dapil Sumbar.

Yang menyedihkan, untuk blog Marhadi Efendi yang dibuat sejak September 2008, saat dibuka tanggal 6 Januari, baru 55 pengunjung yang melihat profil pribadinya. Mungkinkah memang pengguna internet yang masih sedikit di Sumbar? Karena, yang akan membuka data pribadi calon anggota dewan untuk daerah Sumbar kemungkinan besar adalah masyarakat Sumbar sendiri yang akan ikut memilih. Ataukah sifat dari blogger kita (di Indonesia dan Sumbar khususnya) lebih pada ‘just having fun’? Memanfaatkan blogger hanya untuk saling berkenalan dan mencari peluang pekerjaan, barangkali!

Merunut kembali pada perjalanan panjang kampanye Barrack Obama, presiden Amerika Serikat terpilih yang disebut-sebut mendulang sukses besar karena memanfaatkan internet sebagai media kampanye. Tidak hanya image dan pencitraan bagus yang ia dapat, tapi lebih dari itu: dana kampanye melalui pengiriman online yang jumlahnya bahkan tidak tertandingi oleh lawan politiknya. Ia diklaim berhasil memperoleh dana kampanye mencapai 1 miliar dolar AS.

Selain sosialisasi, Obama juga mendapatkan sekitar satu juta suporter dari jaringan internet seperti facebook, friendster, youtube dan myspace. Lewat jaringan itulah, Obama menyapa para pendukungnya serta masyarakat pemilih yang semula belum tentu akan memilihnya.

Untuk negara maju seperti AS, hal seperti itu tentulah sangat memungkinkan. Apalagi, pengguna internet di negara itu mencapai sekitar 80 persen dari jumlah penduduknya. Demikian juga halnya dengan Malaysia dengan pengguna internetnya sudah sekitar 59 persen.

Sementara Indonesia, pengguna internet diperkirakan baru sekitar 10 persen. Dan, Sumbar mungkin juga berkisar pada persentase itu atau malah kurang.

Malah, pada satu acara pertemuan blogger beberapa bulan yang lalu di Gedung Bagindo Aziz Chan, Padang, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi Padang menyatakan, dari 20 rumah kos sekitar kampusnya, belum ada yang memiliki e-mail!

Akhirnya, pilihan kampanye kembali pada kampanye konservatif seperti yang sudah-sudah: memberikan bantuan untuk korban bencana (sambil foto bersalaman dan ditampilkan di koran), memberikan bantuan untuk pemuda dan kegiatan kemasyarakatan, mengadakan iven dengan piala berlabelkan nama sang caleg, sibuk berkomentar untuk persoalan yang dicari-cari menjelang momen pemilihan dan tentu saja dengan menyebarkan poster, baliho dan media lainnya.

Untuk cara terakhir, yang terpenting adalah bagaimana foto caleg dimaksud bisa sebagus mungkin untuk dipandang. Baik dengan close up separoh badan, dengan tangan ke atas seperti penyair dan lain-lain. Tak mengherankan, selain percetakan, tukang foto dan studio foto juga ikut merengguk keuntungan menjelang Pemilu.

Dan, berbicara soal foto memoto, ada sekelumit kisah soal anggota dewan provinsi tetangga yang datang berkunjung ke kantor redaksi (saat itu penulis masih aktif di redaksi Singgalang). Sejumlah anggota dewan yang tengah berjalan masuk mulanya bersikap biasa, tapi tatkala dokumenter mengambil foto, mereka langsung ambil sikap siap untuk difoto. Pandangan ke atas berwibawa tapi tak berkedip sampai lampu blitz kamera menyala. Seakan-akan mereka sudah terlatih untuk diambil fotonya. Tapi, sudahlah!

Bagi segolongan masyarakat yang terbiasa efisien di belakang komputer, mereka akan merasa lebih enak mengenal calon yang akan dipilihnya secara lebih pribadi. Mengklik situs sang calon, melihat profil pribadinya, apa yang akan dan telah diperjuangkan serta komitmennya. Dari organisasi dan aktifitas caleg yang tertulis, masyarakat juga bisa mencek langsung di lapangan apakah sepak terjang sang tokoh memang benar-benar sesuai dengan profil di situsnya. Itu lebih meyakinkan dibandingkan kampanye orasi yang lebih banyak ‘jual kecap’.

Tak ada salahnya mencoba menggunakan teknologi internet untuk kampanye. Kalau tidak mau dengan pasang iklan di media online, memanfaatkan blog pribadi juga oke. Apalagi untuk blog bisa dimanfaatkan secara gratis. Sasarannya pun masyarakat yang kemungkinan suaranya bisa mempengaruhi masyarakat sekitarnya, setidaknya handai taulan dan keluarga. Karena, pada umumnya pengguna internet adalah wartawan, kaum intelektual dan orang kantoran.

Kalau Malaysia yang pada awalnya diperkirakan tidak efektif kampanye lewat internet dan ternyata berhasil, kenapa tidak bisa pula di Sumbar? Jika Obama bilang ‘Yes, we can’, barang kali kita juga bisa bilang, ‘Yes, we also can campaign in internet’. Melda Riani

(Tulisan ini pernah dimuat di Harian Singgalang, Minggu, 11 Januari 2009)
Sumber :http://rinipiliang.multiply.com/reviews/item/33


Terima kasih buat dek rini yang sudah memberikan masukan-masukan dan juga beberapa penjabaran guna mengaktualisasikan teknik berkampanye di dunia maya yang sedang dilakukan oleh beberapa caleg . Saya pribadi melihat blog sebagai sebuah wahana baru untuk mengaktualisasikan diri say,a jadi bukan hanya untuk mempromosikan...disini saya bisa mengeluarkan pemikiran, ataupun menampilkan tulisan-tulisan yang saya pikir cukup bagus untuk disampaikan kembali kepada pembaca. Masalah...apakah dunia maya menjanjikan buat caleg berkampanye, itu saya serahkan kembali kepada pemilih dan penikmat dunia maya.

26 Januari 2009

HUT Kabupaten Pasaman Barat Yang Ke-5

Rabu (7/1), Kabupaten Pasaman Barat memperingati hari jadi ke-5. Berlahan-lahan tapi pasti kabupaten yang dikenal dengan tanaman kelapa sawit ini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam bidang pendidikan, pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi, kesehatan, pariwisata dan infrastruktur.

Kabupaten Pasbar yang dimekarkan sejak lima tahun lalu dari kabupaten induk Kabupaten Pasaman berasarkan Undang Undang (UU) No. 38 tahun 2003, tanggal 31 Desember 2003 mulai beranjak dewasa menuju sebuah kabupaten yang maju, berkembang disegala bidang dan mampu melayani kepentingan masyarakat seutuhnya. Pembangunan Pasbar lima tahun belakangan ini cukup menggembirakan jika dibandingkan dengan kabupaten/kota pemekaran lainnya di Sumbar. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang kian membaik. Perkembangan ekonomi Pasaman Barat (Pasbar) terus menunjukkan tren positif.

Dari evaluasi tahun 2008, laju pertumbuhan ekonomi Pasbar tetap pada urutan kedua di Sumbar setelah Kabupaten Pariaman. Dibandingkan, tahun 2006 pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 6,36 persen sedangkan tahun 2005 6,54 persen. Pada tahun 2006 secara nominal kenaikan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 509,80 miliyar, sedangkan tahun 2005 hanya 2.983,30 miliyar.

Dengan demikian terjadi peningkatan sekitar 3. 493,10 miliyar. Produktifitas ekonomi Pasbar secara rill tahun 2006 mencapai 2.115,15 meliyar atau mengalami peningkatan sebesar 126,45 miliyar dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1.988,70 miliyar. Secara keseluruhan Pasbar mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,36 persen.

Bupati Pasbar H Syahiran yang didampingi Wakil Bupati Pasbar H Risnawanto kepada antara-sumbar.com menyatakan evaluasi pertumbuhan ekonomi tersebut menggambarkan Pasbar telah mampu berbuat banyak demi perkembang ekonomi masyarakat. Sumbangan terbanyak berasal dari sector pertanian (8,97 %), disusul sektor perikanan 5,54 persen, tanaman pangan dan holtikultural 7,96 persen, perkebunan 7,29 persen, sektor peternakan 6,92 pesen dan kehutanan 6,62 persen.

Dijelaskannya PDRB merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayah dalam suatu periode. PDRB merupakan jumlah nilai barang jasa yang dihasilkan oleh suatu unit ekonomi. Hal ini merupakan kriteria melihat perkembangan suatu daerah berdasarkan pertumbuhan ekonominya."PDRB suatu daerah sangat tergantung dari SDA dan faktor produksi yang dimiliki. Sehingga PDRB merupakan suatu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah,"terang H Syahiran.

Belum lagi bidang pendidikan yang akan dikembangkan berupa pengembangan sekolah satu atap yang menjangkau daerah kejorongan. Usaha ini cukup efektif dan mampu meningkatkan prestasi dibidang pendidikan. Selama tahun 2008, saja, hasil ujian nasional Pasbar cukup menggembirakan dengan merebut peringkat satu pada tingkat SMP dan peringkat dua pada tingkat SLTA. Pada bidang agama pun pembinaan akan terus ditingkatkan berupa penambahan anggaran pembinaan dari Rp 4 M menjadi Rp 6 M.

sumber....

25 Januari 2009

Marhadi Efendi Calon Kuat DPD-RI dari Muhammadiyah

Dewan Pimpinan Muhammadiyah Sumatra Barat menargetkan 4 calon DPD dari kader Muhammadiyah untuk duduk di Senayan(Kantor DPD-RI, red) pada pemilu April mendatang.

"Kalau bisa seluruh calon yang akan duduk di kursi legislatif, berasal dari kader Muhammadiyah, tetapi setidaknya 1 calon harus terpilih," fungsionaris DPW Muhammadiyah Sumbar Yunahar Ilyas, usai acara Milad Muhammadiyah ke-99 sekaligus Silaturahim Pemimpin Muhammadiyah dengan anggota DPD di Hotel Inna Muara, Padang, Rabu (21/1).

Muhammadiyah Sumbar merekomendasikan 9 calon DPD yang akan bertarung pada pemilu April mendatang. Calon tersebut adalah Muhammad Najmi, Afrizal, Emma Yohana, Marhadi, Patrialis Akbar, Razak Samik, Yong Hendri, Edi Utama, dan Irman Gusman, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI.

Sementara, wakil ketua DPW Muhammadiyah Sumbar Mirwan Pulungan menegaskan hal ini akan dikaji kembali dan akan dicari 4 besar.

"Jadi kesembilan calon ini akan diseleksi kembali, untuk pemfokusan suara, jika harus dilakukan dengan metode demikian, katanya.

Sumber

23 Januari 2009

Mui Pasaman Dukung Pembangunan Keagamaan Dan Pemberantasan Kemaksiatan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman mendukung sepenuhnya Program pembangunan di Kabupaten Pasaman terutama dalam bidang keagamaan dan kemaslahatan umat serta pemberantasan kemaksiatan.


Demikian salah satu poin pernyataan sikap tertulis MUI Kab Pasaman terhadap persoalan keumatan di Kab Pasaman, yang disampaikan Ketua MUI H.Maslan Nasution dalam sebuah pertemuan dengan Pemerintah Kab Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, Selasa (20/1) malam.


Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Pasaman Yusuf Lubis, SH, dan sejumlah kepala SKPD terkait yang berlangsung penuh


Pernyataan sikap MUI yang meliputi 6 poin itu, yang kedua adalah mendukung dan berperan aktif serta mempunyai tanggung jawab moral yang tinggi atas upaya kesuksesan pelaksanaan MTQ Nasional Tingkat Propinsi Sumatera Barat XXXIII di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2009. Ketiga, MUI Kab Pasaman mencermati penerapan Perda Nomor 21 dan 22, tahun 2003 tentang pandai baca tulis Alquran dan berpakaian muslim/muslimah bagi siswa, pegawai, karyawan/karyawati di Kabupaten Pasaman merupakan peraturan Daerah yang sangat berpotensi menghidupkan nuansa Islami di ranah Pasaman. Tapi realita menunjukkan bahwa perda tersebut belum difungsikan secara epektif da maksimal pada tataran implementasi. Sebagai contoh ketika seorang siswa akan memasuki sebuah sekolah, maka aturan yang ada dalam Perda itu dijadikan sebagai sebuah persyaratan. Tapi ketika seorang pejabat akan dipromosikan sebuah jabatan, maka perda itu tidak lagi menjadi perhatian.


Ke empat, Manfaat telepon genggam (HP) sangat besar jika kita ambil sisi positifnya. Tapi tidak bias dipungkiri dampak negatifnya amat besar terutama bagi para remaja, seperti penyalahgunaan HP sebagai sarana pornografi melalui dunia maya. Mengingat mudarat yang ditimbulkan dari hal tersebut, di rasa perlu ada suatu instruksi yang berlaku secara menyeluruh kepada seluruh lembaga pendidikan/sekolah yang ada di Kabupaten Pasaman untuk melarang siswa/I membawa HP ke sekolah mulai dari tingkat SD sampai dengan SLTA.


Kelima dalam usaha pemberantasan kemiskinan dirasa perlu mencarikan solusi alternative bagi masyarakat dalam menjalankan roda ekonominya yang sangat bergantung kepada pihak yang menawarkan jasa pinjaman dengan bunga yang

Keenam dalam rangka memberikan jaminan kepastian terhadap umat tentang kehalalan makanan dan proses bermuamalat di pasar-pasar di Pasaman perlu, adanya panduan dan tata penyembelihan hewan di tempat tempat penyembelihan hewan, dan adanya seruan tertulis dari Pemerintah Kab Pasaman berupa pengumuman.

Sumber
Rata Penuh

29 Desember 2008

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1430 H

Saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430 H kepada seluruh Umat Muslim yang ada di Seluruh penjuru Dunia..khusunya untuk kawasan Sumbar.
Mari kita perkokoh jalinan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah demi terwujudnya masyarakat yang lebih bermartabat dan memiliki nurani untuk pembangunan. Dan semoga kita semua dihindarkan dari segala kemunafikan dan azab dari Allah SWT.
Semoga  perjalanan hidup kita selalu dalam lindungan dan Ridho Allah SWT. .....amin

11 Desember 2008

Pasaman Barat Yang Kaya Tapi Miskin


5.300 ton CPO mengalir per hari dengan nilai Rp. 15.900.000.000,- (lima belas milyar sembilan ratus juta rupiah) yang diangkut oleh 265 truk tangki per hari.
CPO (Crude Palm Oil) sebagai hasil kelapa sawit merupakan komoditi andalan ekspor non migas Negara Indonesia sebagai penghasil nomor 2 di dunia setelah Malaysia.
Pasaman Barat memiliki luas lebih dari 200 ribu hektar perkebunan kelap sawit yang dikelola oleh Perkebunan Besar Nasional (PBN), Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan Perkebunan Rakyat (PR).
Saat ini terdapat 9 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) di Pasaman Barat, berikut datanya:

Perbulanya Pasaman Barat menghasilkan 6.625 ton CPO dengan nilai Rp. 397.5 Milyar.  CPO sebagai komiditi ekspor jelas memberikan devisa yang cukup besar buat Negara. Dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saja sudah diperoleh pendapatan sebesar Rp. 39.75 Milyar, berdasarkan dana perimbangan daerah seharusnya Pasaman Barat menerima Rp. 29.81 Milyar, cukup memakmurkan lebih kurang 300 ribu penduduk Pasaman Barat, dan jika dibagi akan memperoleh Rp. 99.375 juta per orang, belum termasuk hasil inti sawit (PKO), namun APA YANG DIPEROLEH PASAMAN BARAT ???.
-  PAD Pasaman Barat tahun 2006 hanya sebesar Rp. 9 milyar
- 265 truk tangki yang melewati jalan kelas III B  sepanjang 192.3 km yang merupakan jalan propinsi terpanjang untuk kabupaten di Sumatera Barat rusak berat karena telah melanggar PP nomor 43 tahun 1993 pasal 11
- Restribusi untuk truk tangki hanya Rp. 3.000,-/tangki
- Rata-rata 2 kecelakaan terjadi tiap hari akibat jalan rusak tersebut yang terbentang mulai dari  batas propinsi Sumut hingga Padang Sawah
- Masyarakat Pasaman Barat tetap miskin
- Pembangunan tersendat-sendat
Siapa seharusnya yang berteriak dan memikirkan hal ini?.  Sekaranglah saatnya kita buka mata dan telinga bahwasanya Pasaman Barat itu kaya tetapi kenapa masyarakatnya tetap miskin?.  Pendapatan dari CPO tersebut hanya salah satu dari potensi yang ada di Pasaman Barat sebagai penghasil devisa yang harus dikembalikan ke masyarakat Pasaman Barat dan bukan sebagai lahan untuk memperkaya pejabat atau golongan tertentu saja, mari kita kembalikan hak masyarakat Pasaman Barat dan kita hapus imprealisme dari muka bumi Pasaman Barat. Disadur dari LSM WAMPEL

08 Desember 2008

Hikmah Dibalik Idul Adha

Idul Adha kembali hadir di tengah-tengah kita. Idul Adha memiliki hikmah dan makna yang amat penting untuk ditangkap dalam perspektif ajaran agama yang substansial. Idul Adha merupakan ritual keagamaan yang sarat nuansa simbolik-metaforis yang perlu dimaknai secara kontekstual dalam pijakan nilai-nilai universal Islam.

Saat ini kita masih berada dalam rangkaian hari-hari Tasyrik. Pada hari ini kita masih berkesempatan menyembelih hewan kurban, mengumandangkan takbir, dan dilarang menjalankan shaum. Dengan kata lain, nuansa Idul Adha masih kental menyelimuti keseharian kita. Semoga, di balik itu semua, ada satu hal penting yang harus kita internalisasikan dalam diri. Yaitu, bagaimana nuansa Idul Adha yang hanya lima hari ini (9 sampai 13 Dzulhijjah) bisa menjiwai nuansa keseharian kita? Untuk menjawab hal ini, kita bisa menelaah kembali hikmah dari Idul Adha ini.

Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari momentum Idul Adha ini. Dari sekian banyak hikmah tersebut, berikut beberapa makna tersirat dari momentum Idul Adha yang merupakan hasil perenungan penulis sendiri :

  1. Ketika menyaksikan penyembelihan hewan qurban, ada satu pelajaran penting untuk kita renungkan. Ketika hewan qurban disembelih berarti menyembelih pula sifat-sifat kebinatangan yang ada padanya. Di sinilah hikmah penting bagi kita, di mana kita pun harus segera menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita. Banyak manusia yang telah jatuh derajatnya menjadi ”binatang”, sebab sifat-sifat bahimiyyah (kebinatangan) telah melingkupi perangai dan perllakunya. Sebagai makhluk yang terhormat tentu kita tidak ingin derajat kita jatuh menjadi binatang. Untuk itu sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita, seperti sifat rakus, serakah, pelit, mau menang sendiri, sombong dan lain sebagainya harus segera kita ”sembelih” dari diri kita. Inilah salah satu makna tersirat dari ibadah qurban yang jarang kita pahami.
  2. Ketika menyaksikan penyembelihan hewan qurban, kita juga menyaksikan bagaimana darah hewan qurban kita membasahi bumi ini. Di sana ada satu hikmah besar yang bisa jadikan pelajaran. Bila saat ini yang kita kurbankan untuk Allah adalah darah hewan qurban kita, suatu saat jika dibutuhkan kan kita juga harus siap mengorbankan darah dan jiwa kita untuk Allah SWT. Inilah bentuk pengorbanan terbesar yang harus berani kita tunjukkan kepada Allah sebagai bukti keimanan kita, sebagaimana yang telah didemonstrasikan pula oleh Nabiyullah Ibrahim dan keluarganya. Allah pada hakikatnya tidak membutuhkan apa-apa, termasuk persembahan. Perintah itu hanya untuk menguji ketaatan manusia dalam merespons pesan dan perintah Ilahi dan kesediaannya untuk tidak dikungkung kediriannya yang subyektif, atau impuls-impuls kejahatan yang menipu. Persembahan sekadar suatu simbol yang melambangkan makna yang lebih substansial, yaitu ungkapan ketaatan untuk mengembangkan nilai-nilai agama yang sejatinya selalu bersesuaian dengan nilai kemanusiaan perenial.
  3. Salah satu hikmah mengapa Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba adalah bahwa Allah tidak mau manusia dijadikan kurban. Allah menjadikan hewan sebagai kurban. Ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat mulia disisi-Nya. Maka sungguh aneh kalau di zaman sekarang ada orang yang dengan mudahnya mengorbankan sesama manusia demi mengejar kepentingan pribadinya. Dan tersirat pula pesan yang ingin memaklumkan manusia agar tidak lagi menginjak-injak manusia lain dan harkat kemanusiaannya. Secara historis pun ada pelajaran penting yang bisa kita renungkan. Pada masa Nabi Ibrahim hidup, sekitar 4300 tahun lalu, menjadikan manusia sebagai sesaji adalah hal biasa. Di Mesir kuno, setiap tahunnya selalu dilaksanakan kontes kecantikan, dan yang terpilih akan ditenggelamkan di Sungai Nil sebagai persembahan kepada dewa. Di Mesopotamia (Irak) yang dijadikan sesaji adalah bayi. Di Aztek, yang dijadikan sesaji adalah para pemuka agama. Digantinya Ismail dengan seekor domba menandai lahirnya revolusi besar dalam sejarah peradaban manusia, yaitu dihapuskannya pengorbanan manusia. Manusia itu terlalu mahal untuk dikorbankan. Hikmahnya, kita harus menghormati manusia, jangan mengorbankan manusia, bahagiakan manusia, dan bantu mereka yang membutuhkan bantuan.
  4. Salah satu hikmah terpenting dari momentum Idul Adha yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan bangsa saat ini, yaitu semangat dan keikhlasan untuk berkorban. Semangat untuk berkorban dengan tanpa pamrih pada dasarnya akan menumbuhkan solidaritas sosial masyarakat. Apalagi saat ini kita menyaksikan betapa bangsa dan negara kita tengah dilanda oleh berbagai fenomena musibah dan bencana alam yang teramat dahsyat. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, lumpur panas, dan kebakaran terjadi di mana-mana. Gelombang bencana ini telah memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan masyarakat. Fasilitas-fasilitas kehidupan pun mengalami kerusakan yang teramat parah. Jalan-jalan banyak yang rusak, rumah-rumah banyak yang terendam, harta benda lainnya banyak tidak dapat berfungsi seperti sediakala, akibat tidak dapat diselamatkan. Bencana ini pun menimbulkan trauma psikologis bagi warga masyarakat. Masyarakat menjadi panik, gelisah, dan khawatir jika bencana itu datang lagi. Semangat berkurban harus tercermin dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Semangat berkurban terutama harus ditunjukkan oleh para pemimpin dan kaum elit negeri ini. Tidak hanya rakyat yang diminta untuk berkurban, tetapi para pemimpin harus memberikan contoh. Tidak berkhianat terhadap amanah jabatan yang diembannya merupakan salah satu contoh pengorbanan yang dilakukan. Karena pengkhianatan terhadap amanah, hanya akan membawa bangsa ini pada kehancuran. Seseorang yang mengkhianati amanahnya biasanya memiliki sifat rakus dan tamak. Watak rakus dan tamak ini akan menempatkan kepentingan dirinya sendiri di atas kepentingan orang lain. Segala macam cara akan dipergunakan untuk mendapatkan berbagai jabatan dan kedudukan yang dianggapnya akan memperkaya dan menguntungkan diri dan kelompoknya. Jabatan akan dipertahankannya walaupun secara etika dan moral sudah tidak layak disandangnya, karena banyak anggota masyarakat yang menolak kepemimpinannya.
  5. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dua manusia terbaik yang ada di bumi telah berhasil mengangkat nilai martabat manusia pada kedudukan yang sesungguhnya, penghambaan secara total kepada Sang Khalik। Ibrahim menyerahkan putranya untuk disembelih dihadapan Allah, sebuah penggambaran totalitas ketertundukan seorang manusia kepada Tuhannya। Melalui Nabi Ibrahim, manusia telah melihat sebuah nilai pengorbanan yang bersih dari nilai-nilai kesombongan, keangkuhan, dan kesemuanya hanya tertunduk patuh pada-Nya. Kerelaan Nabi Ismail untuk disembelih merupakan perwujudan cinta kasih yang sangat luar biasa kepada sang ayah atas nama Tuhan. Ketika pengorbanan diminta, tak ada perdebatan, tak ada keberatan, tak ada penolakan sedikitpun, inilah manusia yang mulia yang mampu membebaskan dirinya dari belenggu nafsu yang selalu mengajak untuk cinta dunia secara mutlak.

Dari beberapa hikmah tersebut bisa kita ambil kesimpulan, dimasa-masa krisis yang melanda Indonesia saat ini...diperlukan pengorbanan untuk bisa hidup lebih berkualitas. Sumatera Barat yang saat ini juga telah merasakan dampak krisis global harusnya bisa mawas diri dan selalu bertawakal kepada Allah, mudah-mudahan badai krisis ini bisa segera mereda. Petani Kelapa Sawit, Petani Karet, Pengusaha angkutan, dan lainnya jangan cepat menyerah...Tetap berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Artikel disadur dari sini

01 Desember 2008

Setiap Satu Jam, Satu Pemuda Terjangkit AIDS

Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, hingga September 2008 tercatat 21.151 orang Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang berada dalam fase AIDS, sebanyak 54,3 persen di antaranya adalah kaum muda usia 15-29 tahun.

"Persentase kaum muda dengan HIV/AIDS itu mengingatkan kita untuk segera bertindak guna menyelamatkan generasi penerus kita. Namun, bukan berarti kampanye kondom di kampus itu untuk melegalkan hubungan seks di luar nikah, intinya memberi informasi yang benar kepada generasi muda terhadap perilaku seksual beresiko," ujar Ketua KPAN Aburizal Bakrie seusai membuka Konferensi Kondom di JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12).Klik untuk melanjutkan.............

Menurut Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi, penularan virus HIV melalui hubungan seksual beresiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen.

Ia juga menjelaskan tiga langkah pencegahan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV dan pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan. Ketiga langkah itu dikenal dengan A,B,C, yakni absyinence dengan berpantang melakukan hubungan seks sebelum menikah, be faithful dengan saling setia kepada pasangan, dan condom yang digunakan pada setiap hubungan seksual yang beresiko kehamilan tak direncanakan. "Penggunaan kondom ini yang paling perlu disosialisasikan. Ini tak hanya sekadar angka, tetapi juga fakta di lapangan bisa lebih lagi," ujarnya.

Sementara itu, menurut Country Director DKT Indonesia Todd Calahan, di Indonesia hubungan seksual di luar nikah itu sudah fakta di lapangan. "Melihat fakta tersebut, penggunaan kondom seharusnya digalakkan lagi, mengingat peredaran kondom di Indonesia hanya sekitar 100 juta dalam setahun, angka ini termasuk rendah. Tingkat penggunaan kondom yang relatif rendah ini karena lingkungan sosial yang masih belum sepenuhnya mendukung penggunaan kondom," kata Todd.

Sementara itu, gabungan tujuh perusahaan besar dalam Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) telah melakukan beberapa upaya sosialisasi, seperti memasukkan isu AIDS dalam kurikulum di 10 SMP dan 10 SMU di Surabaya. "Kami juga sosialisasikan bagaimana pendidikan seks yang sehat pada usia remaja. Maka bentuk informasinya juga yang mengena untuk seusia mereka," ujar Shinta Widjaya Kamdani dari IBCA.

Diasadur dari sini

Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2008

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia....diambil dari sini

Tema Hari AIDS Sedunia 1988 - 2005

1988

Join the Worldwide Effort (Ikuti Usaha Kami Bersama)

1989

Our Lives, Our World-Let's Take Care of Each Other (Hidup Kita, Dunia Kita-Marilah Kita Menjaga Diri Kita Bersama-sama)

1990

Women and AIDS (Wanita dan AIDS)

1991

Sharing the Challenge (Berbagi Tantangan)

1992

A Community Commitment (Sebuah Komitmen Masyarakat)

1993

Time to Act (Saatnya Beraksi)

1994

AIDS and the Family (AIDS dan Keluarga)

1995

Shared Rights, Shared Responsibilities (Hak Kita Bersama, Tanggung Jawab Kita Bersama)

1996

One World. One Hope (Satu Dunia. Satu Harapan)

1997

Children Living in a World with AIDS (Anak-anak yang Hidup dalam Dunia dengan AIDS)

1998

Force for Change (Tekanan Menuju Perubahan)

1999

Listen, Learn, Live! (Dengarkan, Pelajari, Hidupi!)

2000

Men Make a Difference (Manusia Membawa Perubahan)

2001

Out of Sight... Out of Mind (Tidak Terlihat... Tidak Terpikirkan)

2002

54321

2003

Stigma and Discrimination (Stigma dan Diskriminasi)

2004

Women, Girls, HIV and AIDS (Wanita, Perempuan, HIV dan AIDS)

05,06,07,08

Stop AIDS. Keep the Promise (Hentikan AIDS. Jaga Janjinya)

Mengapa tema kepemimpinan?

Sejak awal epidemi AIDS, pengalaman telah jelas memperlihatkan bahwa kemajuan terpenting dalam upaya penanggulangan HIV terjadi ketika ada kepemimpinan yang kuat dan berkomitmen. Para pemimpin dapat dibedakan oleh aksi, inovasi, dan visi yang mereka miliki; contoh yang mereka berikan dan bagaimana mereka melibatkan orang lain; selain juga kegigihan mereka dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

Tapi pemimpin seringkali bukan mereka yang duduk di posisi tertinggi. Kepemimpinan harus ditampilkan dalam setiap tingkat agar dapat menang dari penyakit ini - dalam keluarga, di masyarakat, di negara-negara dan secara internasional. Banyak contoh-contoh kepemimpinan AIDS yang baik yang tampil di dalam lembaga masyarakat sipil yang menantang status quo. Menjadikan kepemimpinan untuk tema dua Hari AIDS Sedunia, 2007 dan 2008, akan membantu merangsang kepemimpinan AIDS pada segala tingkat dan sektor dalam masyarakat. Kami berharap tema tersebut dapat memberi inspirasi dan menumbuhkan pejuang-pejuang baru dalam berbagai kelompok dan jaringan baik di tingkat lokal maupun internasional.

Sebagai tema, kepemimpinan mengikuti dan mengembangkan tema tahun 2006 tentang akuntabilitas. Pada tahun 2006, sejumlah kemajuan penting telah dicapai dimana akuntabilitas memainkan peran penting. Pada tahun tersebut terjadi Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang AIDS, di mana ditinjau perkembangan Deklarasi Komitmen tentang HIV/AIDS tahun 2001 - sebuah cetak biru penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium untuk AIDS. Tahun 2006 menandakan tahun ke-lima Deklarasi Abuja di Afrika. Tahun tersebut juga merupakan tahun dimana target-target nasional ditetapkan, atau seharusnya ditetapkan, oleh pemerintahan untuk mencapai Akses Universal terhadap Pengobatan, Pencegahan, Dukungan dan Perawatan pada tahun 2010. Selain itu, pada Konferensi AIDS Internasional tahun 2006, "akuntabilitas" menjadi kata kunci di sepanjang forum global tersebut, mencerminkan tema konferensi tersebut, yaitu "Time to Deliver".

Namun, walaupun ada upaya-upaya untuk menagih akuntabilitas dari para pemimpin di tahun 2006, kemajuan untuk menghentikan HIV masih sangat kurang. Lebih dari 25 juta orang telah meninggal akibat AIDS, dan 4.3 juta orang terinfeksi HIV di tahun 2006. Penyebaran HIV semakin meningkat -- dengan lebih banyak orang yang terinfeksi di tahun 2006 daripada di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi walaupun para pemimpin dunia telah berjanji untuk menyediakan layanan untuk mengendalikan laju infeksi dan untuk menurunkan angka kematian. Negara-negara G8 telah berkomitmen untuk AIDS yang sekarang harus ditepati. Dalam pertemuan tingkat tinggi lain, para pemerintah negara-negara kaya berjanji untuk meningkatkan pengeluaran untuk bantuan pembangunan hingga 0.7 persen dari anggaran belanja tahunan mereka. Kenyataannya hanya segelintir yang telah melakukannya. Dalam Deklarasi Abuja, para pemimpin Afrika berkomitmen untuk mengalokasikan 15 persen anggaran mereka untuk kesehatan. Ini hanya benar-benar terjadi di satu-dua negara, hanya sepertiga negara-negara Afrika yang menganggarkan lebih dari 10 persen. Janji-janji tidak ditepati karena tidak adanya kepemimpinan pada setiap tingkat.

Penggunaan tema

Sebagaimana tema-tema Hari AIDS Sedunia yang lalu, kepemimpinan telah dipilih sebagai konsep global yang longgar. Tema-tema kampanye lokal dan pesan-pesan Hari AIDS Sedunia lebih baik ditetapkan pada tingkatan nasional atau masyarakat, sehingga kampanye-kampanye tersebut dapat mencerminkan situasi khusus atau target masyarakat mereka. Sebisa mungkin, pesan-pesan lokal juga mencerminkan tema kepemimpinan ini, khususnya seputar Hari AIDS Sedunia. Hal ini membantu agar upaya-upaya nasional, regional dan internasional kampanye AIDS global dapat tampil maksimal. Juga apabila mungkin, kami menyarankan penggunaan slogan "Stop AIDS. Tepati Janji" dalam materi-materi Hari AIDS Sedunia yang akan dibuat.

Prinsip di balik semua upaya Kampanye Hari AIDS adalah bahwa pesan-pesan lokal sepatutnya mendukung upaya-upaya kampanye global. Apapun pesan yang paling tepat untuk kampanye AIDS dapat dipromosikan dengan tema kepemimpinan. Tema kepemimpinan ditawarkan sebagai wahana untuk menyatukan upaya dalam pesan global umum. Tema-tema Kampanye AIDS Sedunia memiliki beberapa fungsi kampanye, yaitu:

* membantu menggerakkan peliputan di media untuk AIDS dan Hari AIDS Sedunia.
* memberi akses terhadap materi-materi kampanye yang bermakna bagi lembaga-lembaga dengan sumberdaya terbatas.
* meningkatkan solidaritas dalam upaya penanggulangan AIDS global melalui kerjasama.
* menggerakkan aksi baik secara nasional maupun internasional sedemikian rupa yang tidak mungkin dilakukan oleh upaya-upaya skala kecil dengan mewakili pesan-pesan kampanye AIDS sedunia.

Dimana tema kepemimpinan tidak mencerminkan dampak upaya-upaya tingkat lokal, tema tersebut tidak perlu digunakan. Dalam segala situasi dimana tema kampanye global ini dilihat meniadakan suara-suara kampanye lokal, tema tersebut jangan digunakan. Tema global ini hanya merupakan prinsip organisasi longgar yang seharusnya memperkuat upaya-upaya kampanye yang sudah ada ataupun yang baru muncul.

Satu keuntungan dengan menggunakan tema ini, khususnya seputar Hari AIDS Sedunia, yaitu tema tersebut dapat memberikan wahana untuk mempromosikan isu-isu AIDS yang secara universal diakui. Media massa, pemerintah, pelaku bisnis lokal, dan berbagai organisasi secara lokal maupun global mendukung Hari AIDS Sedunia, beserta tema tahunan yang menyertainya, sebagai kesempatan untuk mendemonstrasikan komitmen dan upaya-upaya mereka untuk AIDS. Karenanya tema tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak kalangan untuk kepentingan mereka. Kampanye-kampanye yang dilakukan dapat secara khusus berorientasi kepada pemerintah, misalnya, "Kepemimpinan untuk pengobatan sekarang juga: kami masih berguguran. Stop AIDS. Tepati Janji". Atau kampanye tersebut dapat dirancang untuk memobilisasi sektor-sektor tertentu, misalnya "Pekerja tekstil, pimpin perjuangan melawan AIDS di tempat kerjamu". Tema kepemimpinan dirancang sefleksibel mungkin untuk mengakomodasi keperluan-keperluan kampanye yang bervariasi.

Tim Pendukung Internasional Kampanye AIDS Sedunia akan bekerjasama dengan berbagai jaringan global untuk mengembangkan materi-materi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan. Catatan-catatan dan pedoman-pedoman lainnya akan terus diterbitkan sepanjang tahun. Sebagaimana tahun 2006, poster, leaflet dan CD-ROM akan dikembangkan dan dibagikan. Materi-materi ini dapat diperoleh sekitar bulan Agustus 2007 dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Perancis, Spanyol, Rusia, Swahili dan Inggris. Versi-versi lain, khususnya bahasa-bahasa Afrika, juga akan ditawarkan lewat distribusi elektronik.

Latar belakang tema-tema Hari AIDS Sedunia
Tujuan utama Kampanye Hari AIDS dari tahun 2005 hingga 2010 adalah untuk memastikan para pemimpin dan pembuat keputusan untuk menepati janji-janji mereka untuk AIDS, termasuk juga provisi Akses Universal untuk layanan Pengobatan, Perawatan, Dukungan dan Pencegahan pada tahun 2010. Dalam misi lima tahun tersebut, tema-tema kampanye tahunan dipilih yang sesuai jaman, relevan dan dapat dengan mudah disesuaikan dengan wilayah-wilayah yang berbeda dan isu-isu yang berbeda.

Tema Hari AIDS Sedunia telah ditemtukan oleh Kampanye AIDS Sedunia sejak 1997. Sejak itu, kampanye tersebut berkembang menjadi bentuk yang sekarang, dengan dipimpin oleh komite yang terdiri dari jaringan-jaringan AIDS global. Global Steering Committee Kampanye AIDS Sedunia menentukan tema kepemimpinan pada pertemuan steering committee ke-lima di Jenewa pada tanggal 8 dan 9 Pebruari 2007. Global Steering Committee ini terdiri dari Global Network of People Living with HIV/AIDS, International Community of Women Living with HIV/AIDS, Youth Coalition, the Global Unions Programme on HIV/AIDS, International Council of AIDS Service Organisations, Ecumenical Advocacy Alliance, dan International Women’s AIDS Caucus. UNAIDS serta the Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria adalah anggota tanpa hak suara.

Pda tahun 2008 ini tema tersebut ditambahkan pemakaian kata "Young Make Different" yang mengartikan kepedulian anak-anak muda yang merupakan pencatat angka terbanyak untuk kasus HIV sebagai ujung tombak pembuat perobahan, dengan kreatifitas yang dimiliki perubahan itu bisa lebih menyentuh generasi yang akan menjadi penerus bangsa ini.